PELAKSANAAN AKSI P5 BERTEMA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN DI SMPS PELOPOR MANDAU

Ditulis oleh Maria Kusuma Dewi,S.Pd.I. pada 27 Oct 2023
PELAKSANAAN AKSI P5 BERTEMA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN DI SMPS PELOPOR MANDAU

Sampah masih menjadi suatu permasalahan serius dalam kehidupan kita sehari-hari. Sampah itu sendiri merupakan produk sampingan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Masing-masing dari kita adalah penghasil sampah, baik itu sampah yang bisa didaur ulang maupun tidak dapat didaur ulang. Semakin banyak sampah yang dihasilkan, apabila tidak ditangani dengan benar, maka akan menimbulkan permasalahan baru.

 

Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dapat menjadi penghasil sampah terbesar selain pasar, rumah tangga, industri dan perkantoran. Sampah yang dihasilkan sekolah kebanyakan adalah jenis sampah kering seperti kertas, plastik dan sedikit logam, dan juga sampah basah yang berasal dari guguran daun pohon, sisa makanan dan daun pembungkus makanan.

 

Permasalahan sampah di sekolah inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat SMPS Pelopor Mandau mengadakan Pelatihan Pengolahan Sampah untuk mendukung salah satu program sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka yaitu P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Dengan narasumber Bapak Berto Sitompul,S.Pd.Gr., selaku Direktur Bank Sampah Balai Raja, sekolah SMPS Pelopor Mandau menyelenggarakan pelatihan selama 2 hari, yaitu 18 – 19 Oktober 2023. Bertempat di Gedung Dhammasekkha Vihara Pubbarama Duri, acara dibuka oleh Kepala Satuan Pendidikan SMPS Pelopor Mandau, Ibu Septi Susanti,S.Pd.B. dengan sedikit wejangan supaya para siswa mengikuti pelatihan ini dengan baik dan serius. 

 

Pelatihan diawali dengan pemaparan materi tentang pentingnya mengetahui dan melakukan pengolahan sampah dengan benar sebagai salah satu cara untuk menyelamatkan bumi dari akibat buruk menumpuknya sampah di lingkungan sekitar kita. Dalam penjelasannya pak Berto menyampaikan bahwa kesadaran terhadap pengelolaan sampah haruslah dimulai dari diri sendiri. Kesadaran diri ini dapat dimulai dengan menerapkan konsep 3R. Penerapan konsep ini dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Penerapan konsep 3R perlu dilakukan di sekolah karena sekolah merupakan wadah atau instansi berkumpulnya banyak orang, mulai dari guru, karyawan, dan siswa. Dengan banyaknya penghuni di dalam sekolah, maka sampah yang dihasilkan akan banyak.

 

Konsep 3R yang dimaksud adalah reuse (guna ulang) adalah kegiatan menggunakan kembali sampah yang masih baik untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain. Reduce (mengurai) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah. Recycle (mendaur ulang) yaitu mengolah sampah menjadi produk baru. Itulah langkah yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah untuk mengurangi produksi sampah.

Di SMPS Pelopor Mandau sudah disediakan tempat sampah di depan ruangan kelas masing-masing dan beberapa sudut strategis dari sekolah tempat sampah selalu tersedia. Hanya saja kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan membuang sampah pada tempat sampah masih harus ditingkatkan lagi.

 

Bentuk pengelolaan sampah yang lain yaitu dengan cara dijual. Kertas bekas yang sudah dipilah dapat dijual ke pemulung. Pemulung kemudian akan datang ke sekolah untuk mengambil kertas tersebut. Demikian juga halnya dengan kaleng dan botol minuman bekas yang berbahan logam dan plastik. Sampah jenis ini juga sebaiknya dipilah, dikumpulkan untuk kemudian dijual. Uang hasil penjualan sampah ini kemudian bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial sekolah seperti membantu warga sekolah yang kurang beruntung, korban bencana alam, dll. Dengan sistem pemilahan ini diharapkan siswa dapat belajar bagaimana sampah yang semula kotor dan menjijikkan ternyata memiliki nilai jual. Siswa juga akan menyadari bahwa peluang kerja dapat dicari dan diciptakan di lingkungan sekitarnya. Dalam perancangan pengelolaan sampah di sekolah, para siswa perlu dilibatkan secara aktif agar mereka dapat meningkatkan rasa kepedulian dan kecintaannya terhadap lingkungan sekolah. Harapan sekolah adalah kiranya kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah ini bisa ditindak lanjuti dengan baik sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan juga menciptakan perilaku atau karakter siswa yang mencintai lingkungan alam sekitar. Ditulis oleh : Maria Kusuma Dewi,S.Pd.I.

 

Bagikan: Thumbnail

Copyright ©2024 SEKOLAH PELOPOR DURI. All Rights Reserved